Guru Alami Kendala Dalam Mengajar Online Pada Saat Masa Karantina


SPOT-NEWS.SITE - Pembelajaran jarak jauh selama pendemi covid-19 masih menemui banyak kendala di lapangan. sekalipun sudah ada edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar proses belajar dari rumah dilaksanakan secara  daring tanpa tatap muka.

Dengan memberlakukan kebijakan belajar dirumah yang memanfaatkan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba ini , membuat pendidik dan siswa kaget. Salah satunya dialami oleh Bu Guru Eka Priasari S.Ag dari Sekolah Menengah Pertama PGRI Kalimulya Depok, Kecamatan Cilodong , Kota Depok, Jawa Barat. Ia berpendapat bahwa.

”Mengajar daring di tengah masa pandemi seperti  ini kurang nyaman, karna banyak kendala yang kita hadapi baik, dari diri kita sendiri maupun siswa yang belajar menggunakan daring itu sendiri,”ujarnya pada Minggu(12/07).

Mereka yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara daring karena ketiadaan sinyal jaringan internet. Selain itu, sebagian besar orang tua murid yang kondisi ekonominya pas-pasan juga tidak memiliki telepon pintar atau laptop sebagai sarana belajar daring untuk anak mereka.

“kendala yang dialami pertama adalah kuota, kadang anak itu ada yang tidak memiliki kuota. Sehingga saat pembelajaran berlangsung  anak itu beralasan tidak mempunyai kuota. Bahkan ada juga anak yang tidak mempunyai hp android atau laptop . kadang-kadang mereka berebutan dengan keluarga ada yang dipake ibu atau bapaknya,”Ujarnya.

Namun, ia bersama dengan guru-guru lain tetap berusaha agar kegiatan belajar online ini bisa berjalan disemua siswa dengan mempersiapkan media yang digunakan untu mengajar secara daring.

“Yang kita siapkan tentunya, yang namanya daring pasti menyiapkan laptop. Kemudian kalau pun tidak ada juga ya menggunkan hp. Dan paling utama adalah kita harus mempunyai kuota yang banyak kali ya. Konsep kita adalah pada saat mengajar itu , tentunya yang tadi saya katakana bahwa, kita mempersiapkan alatnya dahulu dan yang terutama adalah kuota. Baik diri kita atau anak siswanya. Baru setelah itu kita mempersiapkan segalanya baik itu alat tulis yang harus digunakan oleh si anak . lalu pembelajaran daring itu anak langsung menjawab pertanyaan kita atau memperhatikan materi yang kita berikan kepadanya,”ujarnya.

Selain itu, Bu Eka juga menggunakan classroom untuk pengumpulan tugas dan melakukan kegiatan tatap muka dengan para muridnya menggunakan aplikasi meetingzoom selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Tetapi masih ada beberapa kendala yang dirasakan oleh bu Eka bukan hanya dari masalah kuota dan ketersediaan fasilitas itu sendiri. Menurutnya sistem mengajar jarak jauh ini tidak terlalu efektif dan menghambat komunikasi antar siswanya.

“Ya Sangat menghambat, karena kan bukan hanya dari  kendala di kuota itu saja . Ketika kita menjelaskan kepada mereka melalui meetingzoom atau sebagainya, kadang kan sinyal menjadi kendala juga itulah yang menghambat komunikasi kita dengan anak didik pada saat kita belajar. Kalo dibilang efektif atau tidak ya, itu Tergantung kepada para pelajar itu sendiri yang menanggapinya ya, karena kalau misalnya mereka benar-benar mempelajarinya atau menggunakan media ini dengan baik barangkali bisa  berhasil. Tapi kalo kebanyakan yang kita alami saat ini adalah anak-anak ketika belajar menggunakan sistem daring kita tidak bisa memantau langsung, jadi apakah mereka belajar benar atau malah bermain-main. Karna kita kan pantauannya dari jarak jauh ya,” ungkap Bu Eka.

Reporter : Nabila Roswati
Guru Alami Kendala Dalam Mengajar Online Pada Saat Masa Karantina Guru Alami Kendala Dalam Mengajar Online Pada Saat Masa Karantina Reviewed by Dicki Situmorang on Juli 12, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Comments